Slawi (12/07/22)- Sosialisasi magang LPK Kokorono Siji kali ini bekerjasama dengan Universitas Bhamada Slawi resmi digelar di aula Drs. Widodo Universitas Bhamada, Selasa, 12 Juli 2022. Acara tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Bhamada, Wakil Rektor bidang akademik, Co Founder LPK Kokorono Siji beserta TIM, dan mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan dalam hal ini adalah S1 Ilmu Keperawatan, D3 Keperawatan dan D3 Kebidanan. Mahasiswa yang hadir didominasi oleh tingkat akhir atau yang dalam waktu dekat ini akan wisuda.
Sambutan disampaikan oleh Rektor Universitas Bhamada, Dr. Maufur, M. Pd., kemudian dilanjutkan sambutan oleh Bu Lura Bagus selaku perwakilan dari LPK Kokorono Siji. Kerja sama antara LPK Kokorono Siji dengan Universitas Bhamada ditandai dengan penandatanganan lembar kerjasama oleh Rektor, Dr. Maufur, M. Pd. Acara inti, yaitu sosialisasi pihak LPK Kokorono Siji yang dipaparkan langsung oleh Co Founder LPK Kokorono Siji, Bu Lura Bagus.
Co Founder LPK Kokorono Siji, Bu Lura Bagus, memaparkan profil LPK Kokorono Siji, kegiatan selama di asrama sebelum tenaga keperawatan diberangkatkan ke Jepang, nominal honor yang akan didapatkan, penayangan video berisi gambaran kerja merawat lansia di Jepang, serta mekanisme dan prosedur yang harus ditempuh seperti kursus Bahasa Jepang, pembekalan komprehensif, dan sebagainya. Beliau sangat berharap lulusan Universitas Bhamada ini banyak yang berminat untuk berkarir di Jepang, mengingat honor yang akan didapat sangat menggiurkan mata dan tentunya karena karakteristik orang Indonesia yang ramah tamah, dan terkenal akan sopan santunnya membuat perawat yang berasal dari Indonesia banyak dicari di Jepang.
Akhir sesi sosialisasi, dibuka diskusi atau tanya jawab.
"Jadi, sasaran kami adalah home care dan atau panti lansia yang berada di jepang, belum sampai ke rumah sakit ya. Karena untuk bekerja di rumah sakit Jepang, pekerja harus menguasai bahasa jepang yang baik dan benar, minimal tingkatannya sudah N2, dan itu sulit. Jadi bukan tidak bisa untuk berkarir di rumah sakit Jepang, bisa tetapi bertahap. Nah, kalau di LPK Kokorono Siji ini minimal menguasai bahasa Jepang tingkatan N4. Ada juga yang sampai N3, biasanya yang memiliki tingkatan N3 dari LPK kami itu ditempatkan di panti lansia milik Walikota." Ujar Co Founder Kokorono Siji ketika menjawab pertanyaan dari salah satu mahasiswa yang hadir.
Beliau menuturkan, mempelajari bahasa Jepang itu bertahap, ada tingkatannya. Mulai dari yang paling dasar N5, kemudian N4, N3, N2 dan N1 yang paling mahir.
"Harapannya dengan adanya kerjasama Universitas kita dengan LPK Kokorono Siji mahasiswa Universitas Bhamada Slawi khususnya prodi Keperawatan semakin maju dan bertambahnya wawasan serta mendapatkan relasi lapangan pekerjaan luar negeri. Universitas Bhamada diharapkan mampu memberikan wadah bukan hanya untuk bahasa Inggris yang ditekankan tetapi bahasa asing lainnya terutama bahasa Jepang, untuk mengembangkan kepercayaan yang sudah diberikan oleh pihak terkait." Ungkap Salma Munifah, Mahasiswi Semester 4 Prodi D3 Keperawatan saat memberikan kesan pesan.
Saat ini, kesempatan berkarir untuk Mahasiswa Universitas Bhamada ke Jepang semakin terbuka lebar dengan adanya kerjasama Universitas dengan LPK Kokorono Siji.
Penulis: Dina Ane Triyandika
Sukses untuk bhamada....
BalasHapus