SOAL WACANA PENGAJUAN
SUBSIDI KUOTA, WAKET 2 : KALAU SAYA SIH KEMUNGKINAN BESAR..
Reporter: Pram,
Diva
JURNALIKA - Pandemi
yang terjadi sudah lebih dari satu tahun membawa dampak yang cukup besar
terutama dalam dunia pendidikan. Dengan beralihnya sistem
pembelajaran tatap muka menjadi sistem pembelajaran online, pemberian subsidi kouta
menjadi angin segar bagi mahasiswa karena dapat membantu kelancaran proses
perkuliahan yang hampir seluruh prosesnya berjalan secara online.
Setelah pemberian selama 3 tahap mulai dari April
sampai dengan Desember 2020, pemberian subsidi kuota di STIKes Bhamada Slawi
terhenti sehingga membuat mahasiwa bertanya-tanya, apakah pemberian subsidi kuota ini masih
berlanjut atau hanya berakhir pada Desember 2020 saja? mengingat pembelajaran yang masih berlangsung secara
daring ditengah kondisi pandemi.
Hal tersebut pun mendapat tanggapan
dari Wakil Ketua 2 Bidang
Administrasi Umum dan Keuangan, Bapak Arifin Dwi Atmaja S.Kep, M.Kep dalam
wawancara bersama tim Jurnalika pada hari Rabu (30/06/21) bahwa dari pihak institusi
belum melakukan pengajuan kembali kepada pihak yayasan.
"Mengapa kok belum mengajukan ke yayasan? ada beberapa
pertimbangan yang pertama, di pertengahan tahun 2020 itu kita fokus ke
universitas dan itu lumayan besar juga persiapanya untuk hal itu disamping ada
prodi-prodi yang akreditasi” ujarnya.
Bapak Arifin juga
menjelaskan alasan lain yang mendasari ditundanya pengajuan subsidi kuota yang
disebabkan masih adanya sebagian mahasiswa yang belum memenuhi kewajibannya
secara administrasi keuangan, “ yayasan juga memerlukan laporan keuangan secara
riil, dan setelah dihitung sampai kemarin saya tanyakan ke bagian keuangan
masih ada sekitar 5 atau 6 (milyar) yang ada
dimahasiswa yang belum masuk ke yayasan, sehingga itupun menjadi pertimbangan
kami “ imbuhnya.
Selain itu, dari Bidang Administrasi Umum dan
Keuangan juga sedang melakukan evaluasi terkait bantuan subsidi kouta dari
kemendikbud yang pembagiannya tidak sepenuhnya dirasakan oleh mahasiswa. Dan
saat ditanyakan terkait wacana kedepan mengenai pengajuan subsidi kuota, bapak
Arifin memberikan tanggapannya bahwa ada wacana namun masih memerlukan
pertimbangan dengan pimpinan yang lain, “ kalau saya sih kemungkinan besar.
Karena saya fikir begini, pemberian pulsa itu sebagian kecil dari sumbangsih
yayasan, tetapi saya tidak bisa memutuskan sendiri, saya koordinasi dengan
pimpinan lain, bidang 3, bidang 1, termasuk ketua STIKes juga.”
Pungkasnya.

Komentar
Posting Komentar