SRU LIMAH DAN RUMAH SINGGAH RAIH JUARA 3 DI PEKSIMIDA JAWA TENGAH 2022

 

Sumber: Arsip Jurnalika


Slawi (3/10) – Universitas Bhamada Slawi mengadakan apel pada Senin pagi, 3 Oktober 2022. Acara ini sekaligus penyerahan piala tangkai lomba tari garapan dan pop putra yang masing-masing meraih juara 3 dalam ajang Pekan Seni Mahasiswa Daerah Jawa Tengah tahun 2022.

Acara apel pagi yang bertempat di depan gedung rektorat ini dipimpin oleh satuan pengamanan Universitas Bhamada dengan sambutan singkat oleh Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan, Firman Hidayat, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp. Kep. Jiwa. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Bapak Rektor, Dr. Maufur, M.Pd. Setelah itu dilanjutkan dengan penyerahan trofi kejuaraan dari kontingen kepada pihak universitas.



Sru Limah dan Rumah Singgah

Tari garapan ini diadakan di Institut Seni Indonesia Surakarta pada tanggal 13-15 September 2022. Pada tangkai lomba ini Universitas Bhamada mengirimkan kontingen yang beranggotakan 5 orang dari UKM Sentramada yaitu, Yossie sebagai ketua, Nabila, Fezha, Nadiyya, dan Melati. Mereka mengusung sebuah tarian dengan tema Sru Limah yang diambil dari adat istiadat  Tegal yaitu Walimatul Arsy, selamatan setelah pernikahan. Tari yang dibawakan oleh Yossie dan kawan-kawan ini sukses meraih juara 3 mengalahkan ISI dan Unnes serta 20 peserta  dari universitas-universitas se-Jawa Tengah.

Saat wawancara dengan salah satu anggota tim tari, Nabila Khaerunnisa, ia mengatakan bahwa dirinya masih tidak menyangka bisa meraih juara 3 dalam ajang bergengsi tersebut. “Masih tidak menyangka, tetapi bersyukur banget karena pertama kali Bhamada menjuarai peksimida tingkat kontingen Jawa Tengah. Semoga kedepannya bisa mendapatkan juara satu aamiin dan bisa mewakili tingkat nasional,” terangnya.



Sedangkan tangkai lomba pop putra diadakan di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto tanggal 19-21 Agustus 2022 dan diwakili oleh Bachrul Ulum dari UKM Bhamada Medical Voice (BMV). Ulum membawakan lagu dari Andmesh Kamaleng yang berjudul Jangan Rubah Takdirku pada babak penyisihan, sementara Rumah Singgah milik Fabio Asher ia usung pada babak final. Kemudian berakhir dengan pulangnya trofi juara 3 mengalahkan 25 partisipan dan berbagai universitas di Jawa Tengah.

Mahasiswa yang sebentar lagi diwisuda itu mengaku dirinya sempat minder dan deg-degan saat lomba berlangsung karena merasa banyak kontestan lain yang lebih bagus dari dirinya. Maka dari itu, ia masih tidak menyangka akan menempati peringkat tersebut. “Alhamdulillah, rasanya gimana ya... hahaha. Masih ga nyangka aja lah,” jelasnya saat sesi wawancara. “Insyaallah pengennya sih lebih dikembangin lagi yah, buat para adek-adek harapannya bisa lebih mengharumkan nama kampus dengan prestasi-prestasi yang luar biasa yah, karena kita berhak banget dikenal masyarakat luar dengan prestasi yang bisa diraih.”

Rektor Universitas Bhamada juga mengapresiasi pembina, peserta, dan Wakil Rektor 3 sebagai motivator. Rektor sebagai lembaga, mengapresiasi kepada pelaku seni, semoga lebih banyak kejuaraan yang diraih, nilainya memberi motivasi untuk meraih prestasi. “Jika dilihat juara 3, ada unsur ketidakpuasan, kurang diperhitungkan nilainya. Harusnya tidak begitu. Anda meraih juara 3 mengalahkan perguruan tinggi yang sudah besar, yang sudah terkenal itu sudah luar biasa,” jelasnya sebagai motivasi kepada kontingen yang juga mengikuti apel pagi itu. (WK)

Komentar