EKSPANSI NETWORKING, 8 INSTITUSI MENANDATANGANI MoU DENGAN UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

 

Slawi (10/05) - Kerja sama antar perguruan tinggi merupakan upaya memecahkan isolasi institusional yang dihadapi perguruan tinggi, baik pada level lokal, regional, nasional, maupun internasional, utamanya dalam upaya peningkatan mutu akademik masing-masing perguruan tinggi. Komitmen dukungan tersebut dituangkan dalam bentuk kesepakatan Perjanjian Kerja Sama (Memorandum of Understanding).

Universitas Bhamada Slawi resmi menggelar acara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Bumdes, TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle), beberapa Rumah Sakit, dan Perguruan Tinggi yang ada di Kabupaten Tegal. Acara dilaksanakan pada Hari Rabu, 10 Mei 2023 bertempat di di Aula Drs. Widodo, MM., Universitas Bhamada Slawi. Adapun agenda acara ini yaitu penandatanganan naskah Perjanjian Kerja Sama (MoU) antara Universitas Bhamada Slawi dengan:

  1. RS Hawari Essa
  2. RS Amanah Mahmudah
  3. RS Harapan Sehat Slawi
  4. STKIP NU Tegal
  5. IAI Bakti Negara Tegal
  6. STIKes Muhammadiyah Tegal
  7. Bumdes Wringin Sejahtera Slawi
  8. TPS3R Pratama Jaya Kabupaten Tegal

Hadir menyaksikan penandatanganan tersebut, antara lain Rektor beserta jajaran, Kepala bagian Humas dan Kerjasama Universitas Bhamada Slawi, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Kepala Prodi D-III Keperawatan, dan Dosen Prodi FEB.

“Seperti yang telah disinggung oleh Pak Rektor ya, kerjasama Universitas Bhamada dan mitra terkait tidak hanya penandatanganan di atas materai saja, tetapi juga diharapkan akan ada program-program yang nantinya bermanfaat untuk institusi dan juga masyarakat Kabupaten Tegal tentunya. Saat ini yang menjadi fokus pemerintah adalah penurunan angka stunting ya, kita bisa bekerjasama untuk bagaimana caranya ikut andil dalam program pemerintah yang ditujukan untuk menekan angka stunting di Kabupaten Tegal. Juga, respon peduli sampah. Sebagai akademisi, kaum intelek sudah seharusnya melek lingkungan. Masyarakat sehat berasal dari lingkungan yang sehat juga,” ungkap Dr. Saepudin, MA., selaku Pimpinan IAI Bakti Negara Tegal saat sesi diskusi interaktif.

Acara ditutup dengan penyerahan plakat dan foto bersama. Menimba pengalaman ini tentu sangat penting, sebab di era global sekarang ini, maka perguruan tinggi yang akan survive adalah perguruan tinggi yang memiliki jaringan yang kuat di dalam maupun luar negeri. Jadi, sudah saatnya para pimpinan perguruan tinggi memiliki jaringan kerja sama dan kebijakan yang mengarah pada pengembangan ekselensi PT-nya berdasarkan visi ke depan yang relevan.


Penulis: Dina Ane Triyandika

 

Komentar