Slawi (10/05) - Kerja sama antar perguruan
tinggi merupakan upaya memecahkan isolasi institusional yang
dihadapi perguruan tinggi, baik pada level lokal, regional, nasional,
maupun internasional, utamanya dalam upaya peningkatan mutu akademik masing-masing perguruan
tinggi. Komitmen dukungan tersebut dituangkan dalam bentuk kesepakatan
Perjanjian Kerja Sama (Memorandum of Understanding).
Universitas
Bhamada Slawi resmi menggelar acara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan
Bumdes, TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle), beberapa
Rumah Sakit, dan Perguruan Tinggi yang ada di Kabupaten Tegal. Acara
dilaksanakan pada Hari Rabu, 10 Mei 2023 bertempat di di Aula Drs. Widodo, MM.,
Universitas Bhamada Slawi. Adapun agenda acara ini yaitu penandatanganan naskah
Perjanjian Kerja Sama (MoU) antara Universitas Bhamada Slawi dengan:
- RS Hawari Essa
- RS Amanah Mahmudah
- RS Harapan Sehat Slawi
- STKIP NU Tegal
- IAI Bakti Negara Tegal
- STIKes Muhammadiyah Tegal
- Bumdes Wringin Sejahtera Slawi
- TPS3R Pratama Jaya Kabupaten Tegal
Hadir
menyaksikan penandatanganan tersebut, antara lain Rektor beserta jajaran,
Kepala bagian Humas dan Kerjasama Universitas Bhamada Slawi, Dekan Fakultas
Ekonomi dan Bisnis (FEB), Kepala Prodi D-III Keperawatan, dan Dosen Prodi FEB.
“Seperti yang
telah disinggung oleh Pak Rektor ya, kerjasama Universitas Bhamada dan mitra
terkait tidak hanya penandatanganan di atas materai saja, tetapi juga
diharapkan akan ada program-program yang nantinya bermanfaat untuk institusi
dan juga masyarakat Kabupaten Tegal tentunya. Saat ini yang menjadi fokus
pemerintah adalah penurunan angka stunting ya, kita bisa bekerjasama untuk
bagaimana caranya ikut andil dalam program pemerintah yang ditujukan untuk
menekan angka stunting di Kabupaten Tegal. Juga, respon peduli sampah. Sebagai
akademisi, kaum intelek sudah seharusnya melek lingkungan. Masyarakat sehat
berasal dari lingkungan yang sehat juga,” ungkap Dr. Saepudin, MA., selaku
Pimpinan IAI Bakti Negara Tegal saat sesi diskusi interaktif.
Acara ditutup
dengan penyerahan plakat dan foto bersama. Menimba pengalaman ini tentu sangat
penting, sebab di era global sekarang ini, maka perguruan tinggi yang akan survive
adalah perguruan tinggi yang memiliki jaringan yang kuat di dalam maupun luar
negeri. Jadi, sudah saatnya para pimpinan perguruan tinggi memiliki jaringan
kerja sama dan kebijakan yang mengarah pada pengembangan ekselensi PT-nya berdasarkan
visi ke depan yang relevan.
Penulis: Dina Ane Triyandika

Komentar
Posting Komentar