Seminar Ilmiah Digitalisasi Fikes, dr. Saras: Be, Do, Have!

 Rabu (18/07/23) – Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis, Universitas Bhamada Slawi mengadakan Seminar Digitalisasi Fikes bertajuk “The Power of Digital” pada Senin (17/07). Acara yang diadakan di Aula Drs. Widodo ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa tingkat 1 secara offline dan mahasiswa tingkat 2-3 secara online via live youtube. Dr. Maufur dalam sambutannya mengatakan bahwa seminar ilmiah ini merupakan salah satu inti dari rangkaian kegiatan dies natalis yang sudah dimulai sejak 8 Juli lalu.

Mengolaborasikan antara kesehatan, informatika, dan bisnis, seminar ini menyajikan berbagai informasi yang dapat mendorong civitas akademika Universitas Bhamada dalam memunculkan gagasan baru mengenai digitalisasi Fikes pada khususnya dan digitalisasi universitas pada umumnya. “Diharapkan, seminar ini banyak membawa manfaat bagi mahasiswa dan banyak mahasiswa yang mampu melihat serta memanfaatkan ilmu-ilmu yang akan disampaikan pada seminar ilmiah ini,” ungkap Dr. Maufur sebagai rektor sekaligus keynote speaker seminar ilmiah tersebut.

Pada kehidupan industri 4.0 yang dimana telah memadukan 2 dimensi nyata dan maya para pemuda khususnya mahasiswa perlu dibimbing pembentukan dan pengembangan karakternya. Meski begitu, karakter itu tidak mudah dalam pembentukan dan pengembangannya. Maka dari itu, kita perlu membebaskan generasi muda untuk mengeksplor jati dirinya, membebaskan mereka untuk menjadi apa yang mereka mau, membebaskan mereka untuk memilih bagaimana mereka ingin dipandang oleh manusia lain. Dr. Maufur menegaskan, setidaknya ada 3 poin yang berperan penting dalam pengembangan karakter. Untuk permulaan yaitu dengan cara menabur gagasan, ide, atau pikiran. Nah, dari ide/gagasan yang ditabur tersebut harus ada yang direalisasikan. Setelah itu, kita bisa melakukan kebiasaan baik guna menumbuhkan kepribadian baik kita.

Acara ini juga sukses menghadirkan dr. Anisa Saraswati selaku owner Mama And Bebe Baby Spa sebagai narasumber utama. Beliau memaparkan beberapa tips dalam menjalankan bisnis di platform digital, salah satunya yaitu kita harus tahu tujuan kita kemana, dari mana tujuan kita, dan cara seperti apa yang akan kita gunakan. Sebelum itu, kita juga perlu kenal dengan diri sendiri, bagaimana personal branding yang akan kita tunjukkan kepada khalayak atau customer. Hal inilah salah satu yang dapat menjadi daya tarik konsumen terhadap produk yang kita pasarkan.

Dr. Saras pun memaparkan bahwa minimal ada 3 yang perlu dilakukan sebagai pebisnis pemula, yaitu prinsip Be, Do, Have. Kalau kita telaah satu per satu, Be berarti menjadi. Ini dimaksudkan agar kita perlu membentuk gagasan-gagasan tentang apa yang akan atau ingin kita mulai. Kemudian, Do berarti lakukan. Artinya, lakukan gagasan-gagasan tersebut sesuai apa yang diinginkan. Lalu bersamaan dengan semua itu, ada Have atau miliki. Yaitu dimaksudkan bahwa kita harus punya tujuan yang jelas tentang apa yang kita lakukan.

Sebagai pebisnis digital pemula juga perlu mempunyai dan menerapkan karakter kreatif, inovatif, komunikatif, kolaboratif, kritis, dan open minded. Di era digital ini, segalanya serba mudah. Kendati demikian, kita perlu selektif terhadap paparan informasi dalam mencari referensi untuk produk kita. Selain itu, kita juga bisa memanfaatkan teknologi canggih sekarang ini seperti pesan otomatis, bot, dan AI untuk memperlancar urusan bisnis kita.

“AI dan robot itu buatan manusia, jadi sebagai manusia kita tidak perlu merasa lebih rendah dari mereka. Karena bagaimanapun juga, mereka akan tetap ada batasnya,” pungkas dr. Saras. (Shinwk)

Komentar